Apa itu KTHR Indonesia?


Kelompok Tani Ternak Hutan Rakyat (KTHR) demikian singkatan dari KTHR, merupakan asal mula dari kegiatan peternakan profesional yang kami jalankan. Akan tetapi dalam perjalanannya, KTHR bertransformasi menjadi PT KTHR Indonesia yang merupakan Perusahaan Terbatas dan sekaligus pengelola Koperasi KTHR yang bertugas mengayomi seluruh kebutuhan anggotanya terkait kegiatan pertanian dan peternakan.




Bagaimana cara untuk berinvestasi?


Terdapat dua produk unggulan untuk berinvestasi, yaitu investasi:

  1. Bibit ternak unggulan
  2. Kaveling kandang
Untuk investasi bibit ternak terdapat beberapa pilihan seperti bibit kambing, domba dan juga sapi. Bibit akan diambilkan dari ketersediaan ternak dari anggota, kemudian akan dipindah ke kandang KTHR untuk dilakukan penggemukan. Sedangkan untuk kandang, pilihannya hanya untuk kandang kambing atau domba dengan pembagian keuntungan sekitar 15% dari hasil penjualan ternak yang diinapkan dalam kandang. Kapasitas minumum kandang 10-20 ekor dengan ukuran sekitar 3 x 6 m2.




Bagaimana pembagian keuntungan hasil ternak?


Bagi anda yang berinvestasi kandang ternak dengan luas minimum 60 m2 maka secara otomatis akan mendapatkan kandang dengan ukuran 3x6 m2 dengan 10 ekor bibit ternak (kambing atau domba) di dalamnya. Perhitungan sederhananya adalah sebagai berikut; Bibit ternak seharga Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) kemudian digemukkan di kaveling ternak. Saat siap panen dan dijual dengan harga Rp 2.100.000 (harga perkiraan), sehingga selisihnya adalah Rp 1.100.000,- 1. 15% untuk pemilik kandang 2. 10% untuk asuransi ternak 3. 40% untuk pengelola (manajemen KTHR) 4. 35% untuk pemilik ternak. Sebagai ilustrasi pembanding, jika anda memiliki modal Rp 100.000.000,- Kemudian didepositokan, pada bulan ke 6 berapa hasil yang anda dapatkan? Jika didepositokan dengan bunga deposito 5.25% maka pada bulan ke 6, dana setelah tenor berakhir adalah sekitar Rp 102.100.000,- sedangkan bersama KTHR dengan modal 100 juta akan mendapatkan 100 ekor bibit ternak, setelah 6 bulan maka modal kembali dengan keuntungan 35% atau sekitar Rp 385.000,- dan jika anda sekaligus sebagai pemilik kandang, maka keuntungan anda 50% (15% untuk kandang + 35% untuk ternak) atau akan mendapatkan pembagian keuntungan Rp 550.000,- setiap ternak. Sehingga dengan uang 100 juta, pada bulan ke 6 akan menjadi Rp 155.000.000,-